Sabtu, 19 Oktober 2013

Musikalisasi Puisi Dwitasari - Mengais Masa Lalu

Kamu selalu mengajari ku mengais-ngais masa lalu
Memaksa ku untuk kembali menyentuh kenangan

Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
Seakan-akan sosok mu nyata

Menjelma menjadi pahlawan kesiangan
Yang merusak kebahagiaan

Dalam kenangan kau seret aku perlahan
Menuju masa yg harusnya aku lupakan

Hingga aku kelelahan
Hingga aku sadar bahwa aku sedang di permainkan...

Inikah caramu menyakiti ku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?

Apa dengan melihat tangis ku itu berarti bahagia buat mu?
Apakah dengan menorehkan luka di hatiku?

Berarti kemenangan bagimu....

Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu...

Apakah boneka kecil mu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebesan?
Mengapa kau selalu memperlakukan aku seperti mainan?

Kapan kau ajari aku kebebesan?
 Ajari aku caranya melupakan..

Meniadakan segala kecemasan
Meniadakan segala kenangan

Nyatanya derai air mataku hanya di sebabkan olehmu . .

Ajari aku caranya melupakan..
Sehingga aku lupa caranya menangis
Sehingga aku lupa caranya meratap
Karena aku selalu kenal air mata

Aku hanya ingin tertawa
Sehingga hati aku mati rasa akan luka...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar