Kamu selalu mengajari ku mengais-ngais masa lalu
Memaksa ku untuk kembali menyentuh kenangan
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
Seakan-akan sosok mu nyata
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan
Yang merusak kebahagiaan
Dalam kenangan kau seret aku perlahan
Menuju masa yg harusnya aku lupakan
Hingga aku kelelahan
Hingga aku sadar bahwa aku sedang di permainkan...
Inikah caramu menyakiti ku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?
Apa dengan melihat tangis ku itu berarti bahagia buat mu?
Apakah dengan menorehkan luka di hatiku?
Berarti kemenangan bagimu....